Selamat Tahun Baru 2012

Keluarga gelandangan.com mengucapkan selamat tahun baru 2012 semoga saja kita menjadi baik di tahun 2012,kali ini gelandangan kembali mengkritik nih dan akan sedikit bercerita tentang malam tahun baru 2012 di jogja,malam tahun sebelumnya saya juga menyambut pergantian tahun di jogja tapi kali ini ada yang beda yaitu kemacetan yang luar biasa dibandingkan tahun kemarin.



Berangkat dari rumah sekitar jam 19.00 saya mulai menuju pusat kota di jogja yaitu di malioboro sebelum sampai di malioboro saya menjemput teman cewek dan sampai di alun alun utara dekat joga sekitar 20.30,sebelum ke malioboro saya jalan jalan di sekaten di alun alun dan mencoba mengambil gambar,setelah lelah jalan jalan saya menuju perempatan malioboro dan mencoba mencari tempat duduk. 


belum begitu lama saya mendapatkan tempat duduk di depan kantor pos,sambil beristirahat saya ngobrol dengan teman dan mencoba mengabadikan keramaian dengan camera saya,dan sekitar jam 22.00 pengunjung membludak dan hampir tidak bisa jalan,karena waktu 24.00 masih lama dan tempat begitu sesak banyak orang yang pisan karena kehabisan oksigen dan juga rasa iba saya muncul ketika melihat anak anak yang keringetan kehabisan nafas,saya bertanya tanya kenapa ada orang tua yang tega membawa anak kecil untuk masuk ke keramaian sudah tau ramai kenapa didekati kenapa juga tidak memperhatikan resiko,tidak hanya itu setelah jam 24.00 arus macet tidak bisa di hindari sebenarnya wajar akan tetapi yang terjadi saya melihat polisi tidak turun kejalan cuma ada di pos polisi,nah kadang masyarakat menganggap hal lebih padahal hanya hal pergantian tahun saja.

Kenapa Harus Peluru Di bima NTB

Dalam hati saya bertanya tanya kenapa aparat harus menggunakan peluru dalam membubarkan kerumunan massa dengan jumlah kurang 1000,sejatinya apa seh kasus yang menyebabkan warga di bima tetap bertahan di pelabuhan? setelah lama melototi televisi saya akhirnya tau bahwa warga bima di rugikan dengan aktifitas penambangan karena pertanian warga menjadi mati dan produksi merosot,tapi sejatinya kita juga pasti tidak tahu keadaanya disana seperti apa.

Menurut komnas HAM membubarkan kerumunan massa dengan peluru tetap melanggar hak asasi karena sebenarnya selain peluru aparat bisa menggunalkan water canon atau gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa,toh aparat juga membawa tameng untuk meredam lemparan batu,data sampai sekarang telah jatuh 2 korban dala bentrok tersebut dari warga bima,hemmm mungkin kita hanya bisa berharap untuk kasus dibima menjadi kondusif dan aktifitas warga menjadi lancar dan aman.

Tentang Polisi Yang Lolos Antrian

Kembali lagi gelandangan mengulas tentang kritikan pak pejabat,jangan marah yah bagaimanapun saya bukan bermaksud menjelek jelekan hehehe tapi bukankah di indonesia menganjurkan kebebasan berpendapat dengan etika,langsung saja saya bercerita suatu hari saya pergi di sebuah bank untuk keperluan mengganti ATM saya yang sudah rusak di Suatu bank di kota jogja.

Dan dengan seperti biasa saya ambil tiket antrian dan mendapatkan nomor delapan dan saat itu pelayanan baru sampai pada nomor 1,dengan sabar saya menunggu karena saya sendiri seperti biasa saya keluarkan ponsel untuk mencoba menghibur diri dan menganggap ponsel sebagai teman,dan baru sampai antrian 5 datang seorang polisi yang sudah tua yang ingin menabung  tanpa lama lama dan antri langsung mendekat ke CS banknya,terus terang dalam hati saya bertanya tanya enak juga jadi polisi tanpa capek capek antri langsung serobot.

Sebenarnya saya santai aja seh dengan kejadian seperti itu tapi takutnya adalah menjadi budaya yang punya seragam kebal peraturan nah yang saya sayangkan adalah seperti itu,harusnya mau siapa kek atau jabatanya apa kek mematuhi aturan kalau antri ya antri toh polisi juga manusia,mungkin sudah jadi budaya dari dulu jadinya agak sulit disadarkan.

Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI

spesial gelandangan.com akan menulis sebuah cita cita saya menjadi anggota DPD RI,mungkin bukan perkara mudah menjadi seorang anggota DPD RI,karena ide ide atau gagasan kita dibutuhkan demi kesejahteraan rakyat,rata rata anggota DPD sepertinya kurang greget dalam mencari sebuah gagasan atau mungkin saya tidak tahu dengan apa yang dilakukan anggota DPD dibuktikan dengan lambatnya pembangunan infrastuktur.


Seandainya saya menjadi anggota DPD RI tentunya saya akan memperhatikan rakyat dan memprioritaskanya,saya akan menargetkan mengurangi tingkat pengangguran karena begitu kuatnya pertambahan pengangguran setiap tahunya bahkan menurut survey pengangguran juga dapat menyebabkan peningkatan kejahatan,dengan target yang jelas mengurangi pengangguran tentunya daerah kita akan selangkah lebih baik dan berharap mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

Pelecehan Di Dalam Angkot Terus Terjadi

Masih saja belum jera dengan ulah ulah oknum yang melecehkan perempuan,dan kembali lagi angkot menjadi saksi kejahatan pemerkosaan setelah september kasus seperti ini juga terjadi desember kasus pelecehan didalam angkot terulang lagi,spesial gelandangan akan mencoba melihat lebih dalam kejahatan dan angkot.sebenarnya pelecehan di dalam angkot atau tempat umum setiap bulanya ada akan tetapi para korban hanya sedikit yang melapor.

Pelecehan terjadi karena ada kesempatan yang memungkinkan orang untuk berbuat pelecehan sebagai contoh angkot yang sepi dan malam juga kaca gelap membuat orang terpancing untuk berbuat,dan juga tempat umum yang berdesak desakan disitulah juga menjadi sarang oknum untuk beraksi,dinas perhubungan juga sudah mengeluarkan peraturan baru yang memisah tempat duduk antara pria dan perempuan akan tetapi masih saja pria perempuan bercampur,butuh waktu lama untuk memantapkan peraturan itu


Angkot memang menjadi transportasi andalan warga jakarta disamping murah kendaraan ini juga memungkinkan masuk ke daerah atau jalan yang berada lebih pelosok akan tetapi ditahun ini angkot benar benar horor buat kaum perempuan,sebagai pelaku kritikus gelandangan mencoba memberi kritikan untuk langkah dinas perhubungan dengan menindak angkot berkaca gelap sudah baik tapi perlu ditambahi seperti memberi hukum yang kuat untuk kasus pelecehan dan juga sistem perangkotan yang baik seperti tanda pengenal sopir dan juga layanan pengaduan sms agar selalu mendapat masukan.

Pelaku Penusukan Kameramen TVone Gilakah?


Sampai saat ini masih belum jelas apa motif penusukan yang dilakukan pemuda bernama adil firmansayah,kejadian terjadi ketika acara apa kabar malam tv one sekita jam 07.30 di wisma nusantara,saat tertangkap wartwan lansung memberikan banyak pertanyaan ke adil tapi tetap saja jawabanya kurang rasional.

pria pengangguran asal cilacap ini di duga sedikit stres atau mental kurang sehat adil mengaku disuruh jin,jawaban yang mungkin aneh buat kita semua,korban mengaku tiba tiba pelaku melompat portal dan lari lansung menusukan pisau ke korban dan kru tv one dan keamanan berhasil meringkus dan membawa ke kantor polisi.

pesan dari gelandangan,memang sih hidup dijakarta susah apa apa serba mahal lapangan pekerjaan juga terbatas tak sedikit orang yang tinggal disana mengalami depresi mental hingga kadang susah bedakan mana hitam atau putih intinya adalah selalu mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa.

Kisruh Pssi Dibawah Kepemimpinan Djohar

Gelandangan mencoba menulis uneg uneg atau isi hati sejak mencermati kejanggalan sejak pssi dipimpin djohar arifin,sebelum membaca perlu anda ingat bahwa saya hanya berpendapat bukan menjelek njelekan pssi karena kita tahu bahwa rakyat indonesia berharap pssi sanggup menjadi tulang penyangga sepak bola indonesia,berawal dari lengsengnya nurdin halid konggres pssi digelar dan terakhir di solo,dan terpilih johar arifin menjadi ketua pssi dilanjut dengan keputusan keputusan seperti hanya ada 18 tim berlaga di kasta tertinggi sepak bola indonesia.


Tetapi semuanya berubah sejak pssi memasukan 6 tim yang tidak tahu seluk beluknya dan bila di tanya karena faktor sejarah,dari masalah itu sudah menjadi masalah awal persepakbolaan kita,bukan hanya itu sponsor juga tidak mau mendukung kalo liga tidak dengan nama ISL,pssi tetap teguh akhirnya pssi membuat nama liga IPL,dan terbentuk juga liga ISL yang disponsori jarum,persaingan sengit tetap ada tim tim besar lebih memilih ISL karena sudah sakit hati dengan putusan PSSI yang memasukan 6 tim tak jelas tadi.


Tidak hanya itu saja pssi juga mencoret nama persipura dari AFC karena bermain di liga ISL,cukup aneh bukan? kegaduhan semakin memanas ketika pssi mengungkapkan bahwa pemain yang bukan dari liga IPL tidak bisa membela garuda indonesia padahal banyak pemain bertalenta di liga ISL,rakyat yang gelandangan seperti saya sangat bingung kenapa masalah senakin tambah bukan di tangani malah ditambahi,kita semua selalu berharap saja kalau sepak bola bukan untuk mengeruk uang dan berpolitik.

Rank

Followers

Entri Populer