Dalam hati saya bertanya tanya kenapa aparat harus menggunakan peluru dalam membubarkan kerumunan massa dengan jumlah kurang 1000,sejatinya apa seh kasus yang menyebabkan warga di bima tetap bertahan di pelabuhan? setelah lama melototi televisi saya akhirnya tau bahwa warga bima di rugikan dengan aktifitas penambangan karena pertanian warga menjadi mati dan produksi merosot,tapi sejatinya kita juga pasti tidak tahu keadaanya disana seperti apa.
Menurut komnas HAM membubarkan kerumunan massa dengan peluru tetap melanggar hak asasi karena sebenarnya selain peluru aparat bisa menggunalkan water canon atau gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa,toh aparat juga membawa tameng untuk meredam lemparan batu,data sampai sekarang telah jatuh 2 korban dala bentrok tersebut dari warga bima,hemmm mungkin kita hanya bisa berharap untuk kasus dibima menjadi kondusif dan aktifitas warga menjadi lancar dan aman.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 komentar:
Poskan Komentar